Kamis, 21 April 2016

China Minta Koruptor BLBI Samadikun Dibarter dengan Empat Tahanan Muslim Uighur

Buron kasus BLBI, Samadikun Hartono (tengah) disaksikan Kepala BIN, Sutiyoso (kiri) dan Jaksa Agung, HM Prasetyo (kanan) saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 21 April 2016. (Foto: BeritaSatu)

Jakarta (SI Online) - Pemerintah China meminta buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono dibarter dengan empat orang Muslim warga Uighur yang ditahan kepolisian Indonesia. Padahal kasus yang menimpa Samadikun dengan warga Uighur itu berbeda. 
 
"Ada (permintaan). Tapi kalau Uighur kami akan bicara sendiri karena legal case-nya berbeda," kata Menko Polhukam, Luhut Binsar Pandjaitan, di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/04/2016).
 
Ada kekhawatiran China akan memperlakukan buruk warga Muslim Uighur yang dianggap teroris. Mengingat selama ini Muslim Uighur selalu mendapatkan perlakuan buruk dan dituduh sebagai teroris oleh pemerintah komunis China. 
 
Meski demikian, mantan Kepala Staf Presiden itu tetap berharap bahwa Samadikun bisa segera dibawa pulang ke Indonesia.
 
Pelarian buronan kasus BLBI Samadikun Hartono berakhir. Setelah 13 tahun menghilang, dia ditangkap di China, Sabtu 16 April 2016 lalu. Jaksa Agung Prasetyo menyebut, Samadikun ternyata memiliki usaha baru China dan Vietnam. 
 
Samadikun merupakan terpidana kasus BLBI. Dia tidak dapat dieksekusi badan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1696 K/Pid/2002 pada 28 Mei 2003 karena melarikan diri.
 
Sementara itu, di Indonesia Polri telah menangkap dua orang warga etnik Uighur yang dituduh akan meledakkan kantor instansi pemerintah pada 23 Desember 2015 lalu di Bekasi, Jawa Barat.
 
Polisi menduga AH dan AL adalah anggota atau simpatisan kelompok ISIS. Hal itu didasarkan pada temuan dokumen di kediaman AH yang berisi nama orang-orang yang diduga direkrut oleh ISIS.
 
red: abu faza ( Suara Islam.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar