TIGA KUNCI
HIDUP BERLAYAR
Hidup sering diibaratkan seperti kapal .
Bahtera yang kita tumpangi ini berlayar mengarungi samudera kehidupan menuju
pulau impian. Hakikat pelayaran selalu bertemu dengan ombak bahkan badai . Tak
jarang ada kapal yang akhirnya karam , karena tidak mampu lagi menahan dan
menghadapi ombak . Agar perahu tidak karam maka manusia harus berhati-hati
menjalnkan perahunya . Harus pandai dan , menguasai peralatan untuk berlayar .
Harus tahu kemana angin berhembus , agar layar tidak salah arah . Harus tahu
perubahan cuaca dan peka pada keadaan sekelilingnya . Jika demikian gamabaran
tentang hidup manusia di dunia , maka benarlah apa yang Allah SWT sampaikan ‘’
Demi masa. Sungguh , manusia berada dalam kerugian , kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan
saling menasihati untuk kesabaran ,’’ (QS Al-Ashr:1-3) Dalam rangka mencapai
tujuan hidup itu , ada tiga kunci yang harus dimiliki dan dijaga dengan
sebaik-baiknya . Hal tersebut dapat menuntun kita sebagai seorang hamba untuk
mencapai tingkatan atau derajat tinggi dalam dua kehidupan berbeda. Berusaha,
langkah pertama yang harus kita lakukan . Berusaha dalam mencapai kehidupan
yang lebih baik di dunia , juga berusaha untuk mencapai posisi tertnggi dalam
kehidupan akhirat . Dari awal langkah awal inilah , akan lahir output yang akan
kita nikmati hasilnya . Dalam bentuk materi,dan non materi semuanya akan
berbanding lurus dengan aktivitas ikhtiar kita memanfaatkan waktu yang terbatas
. Bersama itu , didalamnya ada yang harus kita lalui dengan bijak . Yakni ,
bagimana dalam berusaha kita mampu untuk bekerja keras , kerja cerdas dan
tentunya bekerja ikhlas . ’…Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap
shalat ,dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya
kepada-Nya…’’(QS.Al-A’raf: 29). Imam Hasan Al Banna Rohimahulloh (IKHWANUL
MUSLIMIN) mengatakan ‘’ Kewajiban lebih banyak di banding waktu yang tersedia
.’’ Atas dasar itu ,tentu semua orang ingin mendapatkan hasil yang terbaik.
Allah menyampaikan bahwa hanya orang yang beriman dan mengerjakan kebajikanlah
yang tidak masuk dalam sumpahnya sebagai orang yang merugi. Bersabar, menjadi
langkah penguat pondasi ikhtiar yang kita buat . Agar kita dapat menjaga
keyakinan , bahwa segala yang terjadi memiliki cerita terbaik bagi kehidupan
kita .’’Dan orang-orang yang beriman serta mengejakan kebajikan , kami tidak
akan membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya . Mereka itulah para
penghuni surga ; mereka kekal di dalamnya ,’’(QS. Al A’raf : 42). Orang-orang
sabar , merekalah para pemenang , sehingga diberikan penghargaan yang tinggi
oleh Allah SWT, bahwa dia akan bersama dengan orang-orang yang sabar. Dengan
Sabar pula, Allah SWT menjadikannya sebagai alat untuk mendapatkan pertolongan
–Nya . Melalui sabar ,usaha yang kita kerjakan akan terbentengi dari tipu daya
syetan dari golongan jin dan manusia , sehingga kita sebagai seorang hamba
mampu untuk terus belajar dari setiap kegagalan , tanpa harus kehilangan
nikmat-Nya . ‘’Wahai anak cucu Adam ! Janganlah sampai kamu tertipu oleh Syetan
sebagaimana halnya dia (Syetan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga …(QS.
Al A’raf :27) . Beryukur , menjadi pengikat dari dua kunci kehidupan sebelumnya
. Inilah yang menentukan kepuasan dari hasil akhir ,pencerminan diri kita dalam
memanfaatkan segala potensi diri atau sumber daya yang ada. Syukur, juga
menjadi jaminan akan bertambahnya nikmat Allah kepada kita . Selain Ancaman
bagi mereka yang mengingkarinya , yakni azab yang pedih. ‘’… Sesungguhnya jika
kamu bersyukur , niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu , tetapi jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih’’.(QS.Ibrahim:7)
Dengan syukur pula, kita akan mampu mengevaluasi atas output yang kita terima
dari dua rangkaian kunci hidup tersebut . Sebab , apa yang kita dapat merupakn
hasil dari perbuatan kita sendiri. Semakin banyak perbuatan amal positif yang
kita kerjakan , maka akan semakin tinggi nilai tabungan positifnya. Tiga kunci
tersebut , nantinya akan menjadi penentu akan terbukanya pintu-pintu rezeki,
tercukupnya segala kebutuhan kita. Dan yang lebih penting adalah semakin
dekatnya Kita kepada sang Khaliq. Lantas, apakah kita mau untuk selalu berusaha
, kemudian bersabar dengan segala proses yang digariskan oleh-Nya dan bersyukur
menikmati semua pemberian Allah SWT . Jadi mari kita gunakan tiga kunci hidup
itu dengan sebaik-baiknya , demi masa depan yang jauh lebih baik. Dalam
kehidupan sementara ,ataupun kehidupan abadi di Akhirat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar