Senin, 28 Maret 2016

Jangan Diam Terhadap Kemunkaran

Bogor (SI Online) - Saat ini yang namanya kemunkaran terjadi dimana-mana. Jangankan di luar rumah di dalam rumah kita sendiri itu sudah ada, yaitu dengan berbagai acara di TV yang cenderung membawa ide sepilis (sekulerisme, pluralisme dan liberalisme). Oleh karena itu dakwah sebagai kewajiban harus terus dijalankan.
 
Saat kita diam tidak ikut andil dalam berdakwah, itu Allah sudah mencontohkan di dalam Alquran tentang riwayat Bani Israil umatnya nabi Musa. "Ketika Allah melarang mereka untuk memancing ikan di hari Sabtu, namun mereka tetap memancing, dan sebagian membiarkan kejadian itu, masa bodoh terhadap kemungkaran, ada juga yang melarang supaya mengikuti perintah Allah agar tidak memancing ikan," jelas Habib Muhammad al Haddad dalam sebuah seminar tentang media di Bogor.
 
Lalu Allah kutuk mereka yang menangkap ikan dan yang membiarkan kemungkaran tersebut menjadi kera. Yang memancing dikutuk dan yang membiarkan juga ikut terkena kutukan. Itu artinya, ketika kita diam tidak berbuat sekecil apapun untuk dakwah, itu salah dimata Allah.
 
Oleh karena itu, kata Habib Muhammad, kita harus memberikan sumbangsih dalam dunia dakwah sesuai kemampuan kita. "Insyaallah kalau kita sungguh-sungguh dalam berjuang maka pertolongan Allah itu dekat," tandasnya.
 
red: adhila (Suara Islam Online)

Inilah arti lambang Front Pembela Islam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0LwcWllmAly3E0EK3Q-ZudndX0ot5BSkcvW37AzJewjE8-0dW6X85TolBUkMXhRq47sulVhK5x5dzqxqUv6mjKdi1HC6RF_NeQmSRp4pFkT0PXfCqEANhvRlnaT9I_NnNdOjoGV05JCP0/s1600/baner_header.gif
Gambar Di Atas adalah Khotamun Nubuwwah. Lambang FPI Mirip Dengan Khotamun Nubuwwah (Tanda Kenabian Muhammad SAW) Dan Terlalu Kurang Ajar Menyebutnya Lambang Dajjal.

GAMBARAN DAJJAL MENURUT AL- HADITS

Kami hanya akan mengutip Hadits-hadits yang menguraikan ciri-ciri Dajjal. Marilah kita mulai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

1. “Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid - Dajjal” (Bukhari 77:68,92)

2. “Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis ‘Kafir’…” (Bukhari 93:27).

Hadits yang lain yaitu:

3. Dari Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah bersabda : "Dan tidaklah diutus seorang nabi yang diikuti itu, kecuali intuk memperingatkan kaumnya terhadap dajjal. Aku telah menerangkan perkaranya bahwa ia cacat, sedangkan Tuhan kalian tidaklah cacat. Mata kanannya menonjol dan tidak dapat disembunyikan, seolah-olah dahak yang berada di dinding kapur, sedangkan mata kirinya seperti planet yang bulat..."

4. Dari Umar, Rasulullah bersabda : "Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan thawaf di Baitullah..." Lalu beliau mengatakan bahwa beliau melihat Isa Ibnu Maryam, kemudian melihat dajjal dan menyebutkan ciri-cirinya dengan sabdanya : "Dia itu seorang laki- laki gemuk, berkulit merah, berambut keriting, matanya buta sebelah dan matanya itu seperti buah anggur yang masak (tidak bersinar)".

Mata Satu Adalah adalah ciri fisik dajjal yang mata sebelah kanannya picek berdasarkan Umar Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakan Dajjal di tengah-tengah manusia, lalu beliau bersabda:
Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak picek (buta sebelah), dan ketahuilah sesungguhnya al-Masih Dajjal adalah picek mata sebelah kanannya. Matanya bagaikan anggur yang menonjol.”

ARTI LAMBANG FPI

Lambang FPI menggambarkan tasbih yang saling terhubung, dua kalimat basmallah dengan motif bulan, kalimah toyyibah dengan motif bintang dan teks FPI yang berfungsi sebagai simbol dari ormas ini.

Tasbih berfungsi sebagai tempat kedua yang di dalamnya diisi oleh
kalimah toyyibah dan basmallah.

Warna putih yang menjadi dasar lambang diartikan sebagai kesucian dan kebenaran dari agama islam yang menjadi tuan rumah bagi FPI.

Tasbih memberikan makna
tentang kesucian dari 99 nama Tuhan dalam islam (asmaul husna).

Mata Satu berbeda dengan Segitiga, Dan terlalu berlebihan menghubungkan lambang mata satu dajjal dengan Lambang FPI karena di dasari rasa benci.

Buat mereka yang masìh ngotot menuduh, Datangkan kepada Kami Dalil Satu saja (Al Qur'an, Hadits, Ijma', Qiyas, Istihsan, Qoul Sahabat, Maslahah Mursalah, Amal Ahli madinah, Sa'du Zddara'i, Istihab, 'Urf, Syar'u Man Qoblana, maupun pendapat ulama' mu'tabar) bahwa Segitiga adalah Lambang Dajjal ?


Red.Media Informasi Front Pembela Islam

FPI BANTU MASYARAKAT KORBAN BANJIR DI BANDUNG

Bandung - Sejak seminggu lalu, sejumlah relawan Front Pembela Islam (FPI) Bandung telah membuka posko bantuan di daerah yang terkena banjir di Kabupaten Bandung.

Sekretaris Daerah FPI Jawa Barat, Ustaz Evi Arifin menjelaskan, kegiatan FPI selama di lokasi banjir antara lain membersihkan rumah warga, membersihkan masjid dan membagikan makanan kepada masyarakat korban banjir.

"Kegiatan kita lebih konsentrasi ke tempat-tempat yang belum terjangkau oleh relawan lain, kita masuk lebih ke dalam lagi dengan menggunakan perahu. Kita menelusuri korban banjir yang belum tersentuh biar pertolongan bisa merata," ujar Ustaz Evi,Sabtu (19/3/2016) dari lokasi banjir.

FPI berkomitmen akan membuka posko banjir sampai persoalan masyarakat selesai. "Selama dibutuhkan masyarakat kita akan pertahankan posko bantuan," katanya.

Bantuan yang dikumpulkan melalui posko FPI adalah bantuan dari anggota, simpatisan dan masyarakat. "Di beberapa kecamatan relawan FPI melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan masyarakat yang korban banjir," kata Ustaz Evi.

Di daerah lokasi banjir, FPI membuka dua posko yang salah satunya berlokasi di Kampung Ciputat Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Selain itu, kegiatan relawan FPI juga memberikan pengobatan medis dan bekam gratis kepada masyarakat setempat.

Sumber : Suara-Islam.Com







FMI Kita Juga Punya Hak Menolak LGBT

FMI Kita Juga Punya Hak Menolak LGBT

FMI: Kita Juga Punya Hak Menolak LGBT
Jakarta (SI Online) - Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI), Ali Alatas menegaskan bahwa Lesbian, Biseksual, Gay dan Transgender (LGBT) adalah kelompok menyimpang yang harus disembuhkan.
Ia pun membantah anggapan bahwa LGBT adalah faktor genetis. "Kalau para pendukung LGBT bilang faktor genetis, itu seakan-akan menyalahi Tuhan. Mereka mengklaim punya acuan penelitian ilmiah, padahal salah satu acuan mereka Asosiasi Psikologi Amerika itu terkenal sebagai lembaga yang politis, dan para psikiaternya juga dikenal koruptif, makanya dipertanyakan data-data yang digunakan," ungkap Ali kepada Suara Islam Online, Selasa (16/2/2016).
Jadi, jangan dianggap seolah-olah ilmiah, padahal tidak. Karena saat ini dunia intelektual bisa dibeli, kata dia.
Kampanye LGBT, menurut Ali justru akan menjerumuskan banyak orang. "Seperti virus HIV, apa itu mau dibiarkan? nah begitu juga LGBT, ini penyakit kejiwaan yang harus disembuhkan. Bisa jadi, banyak orang-orang yang sebenarnya mau sembuh gara-gara kampanye ini orang jadi berbalik dan makin terjerumus," jelasnya.
Terkait pandangan kelompok LGBT yang berlindung dibalik hak asasi manusia (HAM), Ali mengatakan bahwa semua pihak juga punya hak. "Kita juga punya HAM untuk menolak gerakan mereka supaya keluarga dan masyarakat kita bisa terlindungi dari LGBT, namun yang jadi masalah mereka memaksakan diri bahwa LGBT itu normal," kata Ali.
"Dan mereka paham kalau mereka tidak bisa berkembang biak, makanya mereka memperbanyak kaumnya lewat penularan penyakitnya itu," tambahnya.
Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah harus tegas menyatakan bahwa LGBT itu penyakit kejiwaan yang harus disembuhkan bukan diakui keberadaannya.

Sumber: Suara Islam Online

Minggu, 27 Maret 2016

Kenapa Pejuang Islam Selalu Dimusuhi, Ini Penjelasan Habib Rizieq

FPI Online, Karawang - Kenapa pejuang Islam selalu dimusuhi, karena itu merupakan resiko perjuangan. Disaat kita menyampaikan yang hak pasti akan ada orang-orang yang tidak suka.
"Jangankan kita, Nabi kita tercinta Sayyiduna Muhammad SAW adalah manusia yang akhlaknya paling mulia, sikapnya paling lembut, tidak pernah mengganggu orang lain, manusia yang ucap kata tutur sapanya begitu santun, tetapi tetap beliau dimusuhi, difitnah, dicaci maki, diperangi, bahkan beliau diusir dari kota Mekkah dan berapa banyak pihak yang ingin membunuh beliau," kata Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab saat berceramah di Karawang, Jawa Barat, Jumat (18/3) lalu.
Kata Habib, kenapa Nabi dimusuhi? karena Nabi menyampaikan yang hak, karena mengajak manusia kepada kalimat Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.
"Jadi kalau Nabi saja yang begitu mulia, begitu santun, begitu ramah tidak luput dari fitnah, caci maki, permusuhan dan kebencian, apalagi kita yang banyak kekurangan," ujarnya.
Habib kemudian mengisahkan kisah Imam Syafi'i ketika ditanya muridnya terkait ujian dakwah yang menimpa gurunya tersebut.
"Imam Syafi'i ra ketika muridnya melapor, disaat banyak orang yang membenci dan menjelekan dirinya. Imam Syafi'i mengatakan, jangankan saya, Allah saja yang maha mulia difitnah punya anak, itu fitnah paling kejam. Dan Nabi yang merupakan makhluk Allah yang paling baik itu juga difitnah sebagai tukang sihir. Jadi kalau Allah saja yang maha mulia tidak luput dari caci maki manusia, begitu juga Nabi muhammad tidak luput dari caci maki manusia, bagaimana saya? kata Imam Syafii,"
"Jadi Allah saja yang maha mulia difitnah, apalagi kita yang banyak kekurangan," ungkap Habib Rizieq.
Imam Syafii mengajarkan agar tidak usah heran dengan fitnah dalam perjuangan. "Jangan pernah mundur dalam perjuangan, jalan saja terus, sampaikan yang hak walaupun pahit rasanya," pesannya.
Sumber : SI/adhila

Red : Abdullah

Muhassabah



TIGA KUNCI HIDUP BERLAYAR
 Hidup sering diibaratkan seperti kapal . Bahtera yang kita tumpangi ini berlayar mengarungi samudera kehidupan menuju pulau impian. Hakikat pelayaran selalu bertemu dengan ombak bahkan badai . Tak jarang ada kapal yang akhirnya karam , karena tidak mampu lagi menahan dan menghadapi ombak . Agar perahu tidak karam maka manusia harus berhati-hati menjalnkan perahunya . Harus pandai dan , menguasai peralatan untuk berlayar . Harus tahu kemana angin berhembus , agar layar tidak salah arah . Harus tahu perubahan cuaca dan peka pada keadaan sekelilingnya . Jika demikian gamabaran tentang hidup manusia di dunia , maka benarlah apa yang Allah SWT sampaikan ‘’ Demi masa. Sungguh , manusia berada dalam kerugian , kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran ,’’ (QS Al-Ashr:1-3) Dalam rangka mencapai tujuan hidup itu , ada tiga kunci yang harus dimiliki dan dijaga dengan sebaik-baiknya . Hal tersebut dapat menuntun kita sebagai seorang hamba untuk mencapai tingkatan atau derajat tinggi dalam dua kehidupan berbeda. Berusaha, langkah pertama yang harus kita lakukan . Berusaha dalam mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia , juga berusaha untuk mencapai posisi tertnggi dalam kehidupan akhirat . Dari awal langkah awal inilah , akan lahir output yang akan kita nikmati hasilnya . Dalam bentuk materi,dan non materi semuanya akan berbanding lurus dengan aktivitas ikhtiar kita memanfaatkan waktu yang terbatas . Bersama itu , didalamnya ada yang harus kita lalui dengan bijak . Yakni , bagimana dalam berusaha kita mampu untuk bekerja keras , kerja cerdas dan tentunya bekerja ikhlas . ’…Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat ,dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya…’’(QS.Al-A’raf: 29). Imam Hasan Al Banna Rohimahulloh (IKHWANUL MUSLIMIN) mengatakan ‘’ Kewajiban lebih banyak di banding waktu yang tersedia .’’ Atas dasar itu ,tentu semua orang ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Allah menyampaikan bahwa hanya orang yang beriman dan mengerjakan kebajikanlah yang tidak masuk dalam sumpahnya sebagai orang yang merugi. Bersabar, menjadi langkah penguat pondasi ikhtiar yang kita buat . Agar kita dapat menjaga keyakinan , bahwa segala yang terjadi memiliki cerita terbaik bagi kehidupan kita .’’Dan orang-orang yang beriman serta mengejakan kebajikan , kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya . Mereka itulah para penghuni surga ; mereka kekal di dalamnya ,’’(QS. Al A’raf : 42). Orang-orang sabar , merekalah para pemenang , sehingga diberikan penghargaan yang tinggi oleh Allah SWT, bahwa dia akan bersama dengan orang-orang yang sabar. Dengan Sabar pula, Allah SWT menjadikannya sebagai alat untuk mendapatkan pertolongan –Nya . Melalui sabar ,usaha yang kita kerjakan akan terbentengi dari tipu daya syetan dari golongan jin dan manusia , sehingga kita sebagai seorang hamba mampu untuk terus belajar dari setiap kegagalan , tanpa harus kehilangan nikmat-Nya . ‘’Wahai anak cucu Adam ! Janganlah sampai kamu tertipu oleh Syetan sebagaimana halnya dia (Syetan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga …(QS. Al A’raf :27) . Beryukur , menjadi pengikat dari dua kunci kehidupan sebelumnya . Inilah yang menentukan kepuasan dari hasil akhir ,pencerminan diri kita dalam memanfaatkan segala potensi diri atau sumber daya yang ada. Syukur, juga menjadi jaminan akan bertambahnya nikmat Allah kepada kita . Selain Ancaman bagi mereka yang mengingkarinya , yakni azab yang pedih. ‘’… Sesungguhnya jika kamu bersyukur , niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu , tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih’’.(QS.Ibrahim:7) Dengan syukur pula, kita akan mampu mengevaluasi atas output yang kita terima dari dua rangkaian kunci hidup tersebut . Sebab , apa yang kita dapat merupakn hasil dari perbuatan kita sendiri. Semakin banyak perbuatan amal positif yang kita kerjakan , maka akan semakin tinggi nilai tabungan positifnya. Tiga kunci tersebut , nantinya akan menjadi penentu akan terbukanya pintu-pintu rezeki, tercukupnya segala kebutuhan kita. Dan yang lebih penting adalah semakin dekatnya Kita kepada sang Khaliq. Lantas, apakah kita mau untuk selalu berusaha , kemudian bersabar dengan segala proses yang digariskan oleh-Nya dan bersyukur menikmati semua pemberian Allah SWT . Jadi mari kita gunakan tiga kunci hidup itu dengan sebaik-baiknya , demi masa depan yang jauh lebih baik. Dalam kehidupan sementara ,ataupun kehidupan abadi di Akhirat nanti.
 
FPI Online, Surabaya - Ormas Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menyatakan siap mengawal jalannya pansus pelarangan minuman beralkohol (mihol). Saat ini pansus tersebut sedang digodok DPRD Kota Surabaya.
Raperda tahun 2016 tentang minuman keras ini sudah disetujui oleh DPRD Kota Surabaya dari pengendalian menjadi pelarangan dan diharapkan segera diterapkan menjadi peraturan gubernur (pergub).
Menurut Ketua FPI Jawa Timur, Habib Haidar Al Hamid , selama ini peredaran mihol memang sudah tidak bisa dikendalikan lagi di tengah masyarakat. Bahkan sudah banyak sekali korban akibat minuman keras ini.
“Maka FPI Jawa Timur akan mengawal secara penuh jalannya pansus mihol ini agar segera disetujui dan diterapkan Jawa Timur. Peredaran minuman keras sudah merusak generasi muda sama dengan narkoba,” tegas Habib Haidar, Jumat (25/3).
Sementara itu, untuk mengantisipasi perlawanan hukum dari para pengusaha minuman keras, FPI juga sudah siap menghadapinya. FPI Jawa Timur juga siap turun ke jalan untuk mencari peredaran minuman keras, baik yang dijual secara bebas, di tempat hiburan juga di minimarket. FPI akan bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tersebut.
"Raperda yang semula pengendalian akan terus kami kawal hingga menjadi larangan minuman beralkohol di Surabaya," kata habib haidar.
Ia berharap, Raperda itu disahkan menjadi Perda. Jika sudah disahkan dan ada perlawanan melalui jalur hukum, FPI pun siap mengawal.
"Kami sudah berpengalaman dalam hal pengawalan hukum, seperti sandal lafadz Allah dan panci kemarin," tambahnya.

Red : Ratono/ Abdullah