Senin, 14 November 2016

PERBANYAK KEBAIKAN AGAR KITA DIAMPUNI




 PERBANYAK KEBAIKAN AGAR KITA DIAMPUNI
Sekecil apapun dosa kita , Allah tahu dan Allah masih menetupinya . Siang dan mmalam Allah masih terus-menerus membentangkan tangan-nya untuk menerima tobat hamba-nya  . Kita pun harus segera bertobat , sebab besok siang atau lusa malam belum tentu masih hidup . Jangan sampai saudara berniat taubat sesaat sebelum matahari terbit dari arah ia terbenam .
Nah , pernah ada yang bertanya ,’’mengapa Allah tidak langsung membalas orang yang berbuat dosa ? Masih ditutupi dan dan ditunggu taubatnya sebelum datang ajal ,atau baru dibalas setelah matahari terbit dari arah terbenamnya ?’’ Lalu dikatakan , siapa bilang sekarang sama sekali tidak terbalas ? ’’ .
Saudaraku . Kita tidak menjadi nikmat dalam beribadah itu merupakan salah satu kerugian tidak sungguh-sungguh bertobat . Kita yang biasanya shalat berjamaah , lalu jadi jadi terlambat shalatnya juga salah satu peringatan . Zikir sehabis shalat seharusnya nikmat , tap kita jadi malas berzikir , itu salah satu teguran .Do’a setelah shalat mustajab tapi kita tidak berdo’a , itu salah satu contoh diambilnya karunia .
Ketika diberi perinngatan, teguran , karunia demi karunianya dicabut ,tetapi kita suka merasakan kerugian-kerugian itu . Tanpa disadari dan tahu-tahu sudah jauh,jauh dan jauh dari Allah . Karena bergelimbang  maksiat . Tiba-tiba datang saja malaikat maut , dan su’ul khatimah . Na’udzubillah .
Saudaraku . Mari periksa diri masing-masing dan sungguh-sungguhlah memohon ampun-Nya. Allah membentangkan tangan-Nya untuk menerima tobat kita . Entah berapa banyak dosa kita siang ini , padahal tidak ada jaminan besok pagi kita masih hidup . Kalau sungguh mau bertobat ,salah satu upaya adalah memperbanyak kebaikan . ‘’ Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu dapat menghapus perbuatan terkutuk.’’ (QS. Hud:114) .
Kalau sudah mau tobat ,kita harus benar-benar mulai perjuangan penuh . Misalnya , jika kita pernah memakan-memakanan atau mememinum minuman haram, maka selain memperbanyak puasa juga memerbanyak memberi makan orang lain . Setiap yang menjadi keburukan , kita memohon ampunan kepada Alloh , lalu tutup dengan kebaikan .
Kalau tobat kita kurang menghapuskan , maka kita berharap dengan kebaikan demi kebaikan yang terus dilakukan dapat menghapusnya . ‘’ Dan sungguh , Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat , beriman dan berbuat kebajikan , kemudian tetap dalam petunjuk .’’(QS.Thaha : 82)
Saudaraku . Sering-seringlah memeriksa diri , siapa tahu ternyata saat ini kita sudah sangat jauh dari Allah . Bahwa tanpa sadar sudah menumpuk sekian teguran dan perigatan , karunia-karunia yang telah diambil tanpa kita merasa rugi .
Mari sungguh-sungguh tobat ! Perbanyaklah berbuat kebaikan sebagaimana tidak terhitungya dosa-dosa yang kita perbuat , diwaktu siang maupun malam , yang masih ditutupi Allah SWT . Mudah-mudahan setiap diri kita diampuni , dan istiqamah dijalan yang benar . Amiin .

Oleh      : KH. Abdullah Gymnastiar ( Pemimpin Daarut Tauhiid)
Dikutip  : Majalah Swadaya ( Media Komunikasi DPU DAARUT TAUHIID )

Rabu, 24 Agustus 2016

Pelantikan Pengurus Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Tasikmalaya Raya.


Bismillah wal hamdulillah wa la hawla wa la quwwata ila billa...

FPI Online, Tasikmalaya - Pada Malam jum'at, Tanggal 4 Agustus 2016 bertepatan dgn 2 Dzulqa'idah 1437 H, merupakan hari bersejarah untuk keluarga besar Front Pembela Islam (FMI) Tasikmalaya baik Kabupaten maupun kota, yakni kelahiran Front Mahasiswa Islam Cabang Tasikmalaya Raya.

Organisasi yg merupakan wadah perjuangan mahasiswa Islam ini, didirikan di Tasikmalaya dgn dasar selain berfungsi menyiapkan regenerasi FPI di masa yg akan datang, juga didirikan utk menjawab tantangan saat ini, dimana pemikiran liberal, sayangnya, juga tersebar di kampus2 di daerah yg dikenal sebagai daerah santri ini. Karena itu urgensitas umat Islam, khususnya Tasikmalaya, utk mencetak kader2 muda yg matang secara intelektual dan siap di arena ghawzul fikr sangat amat mendesak.

Dalam acara deklarasi FMI cabang Tasikmalaya, Ali Abubakar Alatas, SH., ketua umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam mengingatkan akan pentingnya pembagian tugas dalam perjuangan. Beliau mengatakan "medan perjuangan bermacam2 bentuknya ada yg membutuhkan otot ada pula yg membutuhkan otak, kedua2nya sama pentingnya, tapi jgn sampai berat sebelah hingga salah satu di antara keduanya menjadi tidak tergarap."

Acara Deklarasi Front Mahasiswa Islam Cabang Tasikmalaya ini bertemakan "mendefinisikan arah pergerakan mahasiswa Islam" Dan di deklarasikan di Pesantren Al Hikmah Mangkubumi Singaparna, juga dihadiri oleh pengurus2 FPI lainnya, seperti Ust Asep Badan Pengkaderan Front yg merupakan perwakilan dari DPD FPI Jawa Barat, ada pula Ketua DPW FPI Kabupaten Tasikmalaya Ust Muhammad Sofyan dan Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ust Ade Yan Yan serta ada juga dari kelaskaran. 
Sumber.www.fpi.or.id

Rabu, 08 Juni 2016

PERBAIKI NIAT


PERBAIKI NIAT
مرحبا يا شهر الصيام والقيام و اجتناب الآثام
نهنئكم بدخول شهر العظيم فاصلحوا نيتكم يا أحباب رسول الكريم،
نوينا مانواه النبي صلى الله عليه وسلم والسلف الصالح من ال البيت الكرام والصحابه الاعلام،
ونوينا القيام بحق الصيام على الوجه الذي يرضي الملك العلام،
ونوينا المحافظة على القيام وحفظ الجوارح عن المعاصي والاثام،
ونوينا تلاوة القران وكثرة الذكر والصلاة والسلام على سيد الانام،
ونوينا تجنب الغيبة والنميمة والكذب واسباب الحرام،
ونوينا كثرة الصدقات ومواساة الارامل والفقراء والايتام،
ونوينا كمال الإلتزام بآداب الإسلام والصلاة في الجماعة في اوقاتها بانتظام،
ونوينا كل نية صالحة نواها عباد الله الصالحين في العشر الاوائل والأواسط والأواخر و ليلة القدر في سائر الليالي والأيام
الفقير محمد ابن مصباح الأنام الترمذي أحمد التجاني
Kami mengucapkan Selamat Beribadah di Bulan Romadhon, mari benahi niat kita
Kami berniat sebgmn niat Nabi SAW begitu juga niat salafu soleh begitu juga keturunan ahlil Bait Nabi yang mulia dan para sahabat yg lebih 'alim,
dan kami berniat unt menjalankan ramadhan dgn cara2 berpuasa yang di ridoi oleh Allah tuhan semesta alam,
dan kami berniat unt memelihara Bulan Suci Romadon dan menjaga anggota badan dari maksiat dan dosa,
dan kami berniat untuk membaca Al-Quran dan memperbanyak zikir dan solawat kepda panutan manusia,
dan kami berniat unt menjauhi segala perbuatan tercela sperti menghina, bergosip, berdusta dan perkara2 yang di haramkan lainnya,
dan kami berniat unt memperbanyak sodaqah serta silaturahmi kepada janda2 dan para faqir miskin serta anak2 yatim,
dan kami berniat untuk bersungguh2 dalam menyempurnakan islam dan solat berjemaah pada waktunya dengan tertib,
dan kami berniat dengan semua niat yang baik seperti niatnya para solihin pada 10 hari pertama, pertengahan dan terakhir dan malam lailatul qadar dan pada setiap malam dan hari
PERBAIKI NIAT
Hai, bulan puasa, dan melakukan dosa jtnạb
Nhnỷ berapa masuk ke bulan untuk mengadakan perbaikan besar maka kalian, bagi pecinta Rasul mulia,
Nwynạ Aman Wah Nabi SAW. dan orang yang tidak baik dari rumah, lalu jatuh dan media,
Dan nwynạ melakukan hak puasa wajah yang memuaskan raja l‘lạm,
Dan nwynạ menjaga dan melakukan maksiat dan ljwạrḩ tentang dosa,
Dan ' nwynạ lqrạn-dan-doa dan damai untuk master lạnạm,
Dan menghindari nwynạ dan celakalah nmymh dan kebohongan dan pintu haram,
- dan nwynạ harta dan konsol lạrạml dan miskin dan yatim,
Dan nwynạ menyelesaikan tongkat-Ilmu Islam dan doa dalam komunitas di masa yang secara teratur,
Setiap niat dan nwynạ sah nu oleh hamba-Hamba Allah yang benar di titah seksi dan abad pertengahan dan akhir dan lainnya di malam hari dan malam
Miskin Muhammad Ibnu Lampu tidur - Tirmidzi ahmad ltjạny
Kami mengucapkan Selamat Beribadah di Bulan Romadhon, mari benahi niat kita
Kami berniat sebgmn niat Nabi SAW begitu juga niat salafu soleh begitu juga keturunan ahlil Bait Nabi yang mulia dan para sahabat yg lebih 'alim,
dan kami berniat unt menjalankan ramadhan dgn cara2 berpuasa yang di ridoi oleh Allah tuhan semesta alam,
dan kami berniat unt memelihara Bulan Suci Romadon dan menjaga anggota badan dari maksiat dan dosa,
dan kami berniat untuk membaca Al-Quran dan memperbanyak zikir dan solawat kepda panutan manusia,
dan kami berniat unt menjauhi segala perbuatan tercela sperti menghina, bergosip, berdusta dan perkara2 yang di haramkan lainnya,
dan kami berniat unt memperbanyak sodaqah serta silaturahmi kepada janda2 dan para faqir miskin serta anak2 yatim,
Dan kami ingin capai di fervent beribadat di waktu yang teratur fashion,
Dan kami berniat dengan semua tujuan yang baik, niat seperti solihin dalam 10 hari pertama, tengah dan akhir dari malam Lailatul Qadar dan dan di setiap malam dan siang
Materi Pesantren Ramadhan 1437 H Ponpes Markaz Syariah Agrokultural , Megamendung , Bogor

Kamis, 12 Mei 2016

Kisah Habib Rizieq Syihab

[KISAH NYATA]

Ada seorang anak yang beragama Islam, setelah lulus SD ia di sarankan oleh Ibunda tercintanya untuk masuk di sekolah SMP BETHEL KRISTEN.
Sang anak bertanya kepada Ibunda tercintanya: "Ibu, apa Ibu tidak khawatir kepada saya?"
Sang Ibu menjawab: "Kenapa ibu harus khawatir? Bukankah engkau kalau pulang sekolah belajar mengaji dan hadir di Majleis Ilmu?" Singkat cerita, anak tersebut masuklah di sekolah SMP BETHEL KRISTEN yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari rumahnya.

Ketika aktifitas belajar berlangsung, dimana hanya anak tersebut yang beragama Islam, masuklah sang Guru ke dalam kelas untuk mengajar.
Entah pelajaran apa, Guru tersebut iseng kepada anak tersebut, karena ia sendiri yang beragama Islam.
Guru berkata: "Saya bingung dengan agama yang melarang makan daging Babi, bukankah Babi ciptaan Tuhan?" Suasana menjadi henig. Sedangkan mata sang Guru melirik ke anak yang beragama Islam tersebut.
Sang anak tersebut pun merasa dirinya tersindir, akhirnya ia menjawab pertanyaan Gurunya.
Murid muslim: "Iya Bu, saya juga heran"
Guru: "Kamu aja heran, apa lagi saya"
Murid muslim: "Iya bu, saya heran bukan karena daging Babi, tetapi karena IBLIS"
Guru: "Loh, kenapa karna Iblis?"
Murid muslim: "Begini Bu, kenapa semua manusia memusuhi Iblis, bukankah Iblis ciptaan Tuhan juga?"
Guru: "Ya karena Tuhan ingin menguji kita"
Murid muslim: "Nah, sama Bu, Tuhan juga melarang kita makan daging Babi karena ingin menguji kita, taat atau tidak kepada-Nya."
Sang Guru dan murid-murid yang lainpun terdiam.
Dengan kejadian itu teman temanya mengakui kejeniusan Anak Muslim tersebut, bahkan berkat dirinya teman dan Guru masuk agama Islam.
Anak tersebut kini menjadi Imam Besar Front Pembela Islam yang memiliki cabang organisasi dari Sabang sampai Maurauke.
Dan anak tersebut kini menjadi MUFTI/AHLI FATWA SULU (Filipina). Beliau adalah Adda'i Ilallah Al 'Allamah Al Mujahid. DR. Al Habib MUHAMMAD RIZIEQ BIN HUSEIN BIN MUHAMMAD SHIHAB Lc, MA, DPMSS -Hafizhahullah-.

Jumat, 06 Mei 2016

BEREDAR LUAS TULISAN TANGAN BOCAH SD PENCINTA FPI


BEREDAR LUAS TULISAN TANGAN BOCAH SD PENCINTA FPI

Karena sangat kagum dan mendukung kegiatan FPI yang sering melakukan aksi-aksi sosial kemanusiaan, aksi Hisbah dan berbagai kegiatan lainnya, seorang bocah SD dengan tulisan tangan yang masih "ala kadarnya" menuliskan dukungannya untuk perjuangan FPI.

Tulisan bocah tersebut adalah: "FPI akan menyelamatkan Islam dan yang membutuhkan pertolongan. Hubungi FPI Jakarta dengan Habib Rizieq". Masya Allah, sungguh sangat mengharukan...

Semoga bocah ini menjadi anak yang sholeh dan istiqomah, dan FPI bisa lebih maksimal lagi dalam melakukan aksi amar ma'ruf nahi munkar.

Minggu, 24 April 2016

3 Ormas Islam terbesar di Indonesia dan paling berpengaruh

Foto Raden Syair Langit.
1. NU
Pendirinya Kh. Hasyim Asyari, tokoh pejuang serta ulama ahlussunnah waljama'ah yg sangat berpengaruh di Indonesia, beliau juga pemimpin para Mujahidin yg jga berjasa dalam kemerdekaan NKRI.
Jumlah jamaahnya melebihi 50 juta orang. Memiliki 3000 ribu lebih pondok pesantren, sudah memasuki semua lini dalam bidang keilmuan.
2. Muhammadiyah
Pendiri Kh. Ahmad Dahlan, tokoh pejuang dan ulama berpengaruh di Indonesia. KH. Hasyim dan KH. Dahlan satu aqidah, yaitu ahlussunnah waljamaah, dan fiqih madhab Imam Syafi'i.
Fokus di bidang pendidikan dan pembangunan. Memiliki puluhan juta orang pengikut.
3. FPI
Pendirinya Al Habib Dr. Muhammad Rizieq bin Husein Syihab Lc. MA. DPMSS dan dibantu para ulama di rezim reformasi.
Memiliki 24 juta pendukung bahkan lebih, belum lagi simpatisannya. Fokus dalam bidang dakwah, Hisbah dan jihad, FPI juga sudah memiliki kekuatan di semua lini bidang ilmu, pembangunan pendidikan, politik dan ekonomi.
3 organisasi Islam terbesar ini penganut ahlussunnah tulen, Asyari wa Maturidi, fiqih imam syafii, akhlak tasawuf.
Makanya tidak heran para musuh islam lebih dulu menyerang mereka di setiap lini, mulai masuknya para tokoh syiah, di susupi tokoh liberal, tokoh wahabi, berbagai cacian fitnahan dan adu domba antar 3 organisasi ini.
NU adalah benteng, Muhammadiyah adalah tameng, dan FPI adalah pedang.
Makanya para musuh lebih dulu menguasai pemerintahan, karena pemerintahan hukumnya konstitusi. Bukan seperti 3 organisasi di atas hukumnya ayat suci. Selagi pemerintah di kuasai para musuh, Indonesia tidak akan aman, jika rakyatnya diantara 3 organisasi tersebut mudah di adu dombakan.
Dan jika salah satu organisasi tadi di kuasai oleh musuh, maka Indonesia bersiaplah di ambang kehancuran.
Sekarang kembali ke kita, 3 organisasi ini bukan sembarangan. Pemerintah itu satu langkah di belakang mereka. Tokoh di pemerintahan lahir dari NU, bergelut di muhammadiyah, dan berjuang di FPI.
Mari kita beri dukungan pada Ulama yg berjuang, jangan judge mereka. Tidak bisa berjuang doakan mereka.
Ini bukan masalah politik, atau harta. Tapi ini masalah perjuangan. Muhammadiyah berjuang di bidangnya, NU di bidangnya dan FPI dibidangnya.
Jangan heran jika pemerintah zalim bisa hancur, jika 3 organisasi ini bersatu dengan seutuhnya.
Kalau ada oknum menyimpang itu perorangan, bukan salah organisasinya. Ibaratnya kalau kuku panjang, kukunya di potong bukan tangannya, seperti halnya kita harus memberangus para kaum liberal munafiqun Laknatullah'alaih yg kini banyak menyusup dan berkuasa di tampuk pimpinan NU dan anak cabangnya.
NU, MUHAMMADIYAH DAN FPI ADALAH BENTENG, TAMENG dan PEDANGNYA AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DI INDONESIA.



Red:Raden Syair Langit





Jumat, 22 April 2016

AL HABIB HUSEIN BIN ABU BAKAR ALAYDRUS MAKAM KRAMAT LUAR BATANG


Ini kisah tentang Habib pendiri wilayah Luar Batang, Jakarta Utara. Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus dilahirkan di Yaman Selatan, tepatnya di daerah Hadhramaut, tiga abad yang silam. Ia dilahirkan sebagai anak yatim, yang dibesarkan oleh seorang ibu dimana sehari-harinya hidup dari hasil memintal benang pada perusahaan tenun tradisional. Husein kecil sungguh hidup dalam kesederhanaan.

Setelah memasuki usia belia, sang ibu menitipkan Habib Husein pada seorang “Alim Shufi”. Disanalah ia menerima tempaan pembelajaran thariqah.

Di tengah-tengah kehidupan di antara murid-murid yang lain, tampak Habib Husein memiliki perilaku dan sifat-sifat yang lebih dari teman-temannya.

Setiap ahli thariqah senantiasa memiliki panggilan untuk melakukan hijrah, dalam rangka mensiarkan islam ke belahan bumi Allah.

Untuk melaksanakan keinginan tersebut Habib Husein tidak kekurangan akal, ia bergegas menghampiri para kafilah dan musafir yang sedang melakukan jual-beli di pasar pada setiap hari Jum’at.

Setelah dipastikan mendapatkan tumpangan dari salah seorang kafilah yang hendak bertolak ke India, maka Habib Husein segera menghampiri ibunya untuk meminta ijin.

Walau dengan berat hati, seorang ibu harus melepaskan dan merelakan kepergian puteranya. Habib Husein mencoba membesarkan hati ibunya sambil berkata : “janganlah takut dan berkecil hati, apapun akan ku hadapi, senantiasa bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya ia bersama kita.” Akhirnya berangkatlah Al Habib Husein menuju daratan India.

Sampailah Al Habib Husein di sebuah kota bernama “Surati” atau lebih dikenal kota Gujarat, sedangkan penduduknya beragama Budha. Mulailah Habib Husein mensi’arkan Islam dikota tersebut dan kota-kota sekitarnya.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut membawa Rahmatan Lil-Alamin. Karena daerah yang asalnya kering dan tandus, kemudian dengan kebesaran Allah maka berubah menjadi daerah yang subur. Agama Islam pun tumbuh berkembang.

Hingga kini belum ditemukan sumber yang pasti berapa lama Habib Husein bermukim di India. Tidak lama kemudian ia melanjutkan misi hijrahnya menuju wilayah Asia Tenggara, hingga sampai di pulau Jawa, dan menetap di kota Batavia, sebutan kota Jakarta tempo dulu.

Batavia adalah pusat pemerintahan Belanda, dan pelabuhannya adalah Sunda Kelapa. Maka tidak heran kalau pelabuhan itu dikenal sebagai pelabuhan yang teramai dan terbesar di jamannya.

Pada tahun 1736 M datanglah Al-Habib Husein bersama para pedagang dari Gujarat di pelabuhan Sunda Kelapa.

Disinilah tempat persinggahan terakhir dalam mensyiarkan Islam. Beliau mendirikan Surau sebagai pusat pengembangan ajaran Islam.

Ia banyak di kunjungi bukan saja dari daerah sekitarnya, melainkan juga datang dari berbagai daerah untuk belajar Islam atau banyak juga yang datang untuk di do’akan.

Pesatnya pertumbuhan dan minat orang yang datang untuk belajar agama Islam ke Habib Husein mengundang kesinisan dari pemerintah VOC, yang di pandang akan menggangu ketertiban dan keamanan.

Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya di jatuhi hukuman, dan ditahan di penjara Glodok.

Istilah karomah secara estimologi dalam bahasa arab berarti mulia, sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia (terbitan balai pustaka, Jakarta 1995, hal 483) menyebutkan karomah dengan keramat, diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam ajaran Islam karomah di maksudkan sebagai khariqun lil adat yang berarti kejadian luar biasa pada seseorang wali Allah.

Karomah merupakan tanda-tanda kebenaran sikap dan tingkah laku seseorang, yang merupakan anugrah Allah karena ketakwaannya, berikut ini terdapat beberapa karomah yang dimiliki oleh Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus atau yang kita kenal Habib Luar Batang, seorang wali Allah yang lahir di Jazirah Arab dan telah ditakdirkan wafat di Pulau Jawa, tepatnya di Jakarta Utara :

1. MENJADI MESIN PEMINTAL

Di masa belia, ditanah kelahirannya yaitu di daerah Hadhramaut – Yaman Selatan, Habib Husein berguru pada seorang Alim Shufi. Di hari-hari libur ia pulang untuk menyambang ibunya.

Pada suatu malam ketika ia berada di rumahnya, ibu Habib Husein meminta tolong agar ia bersedia membantu mengerjakan pintalan benang yang ada di gudang.

Habib Husein segera menyanggupi, dan ia segera ke gudang untuk mengerjakan apa yang di perintahkan oleh ibunya. Makan malam juga telah disediakan. Menjelang pagi hari, ibu Husein membuka pintu gudang. Ia sangat heran karena makanan yang disediakan masih utuh belum dimakan husein.

Selanjutnya ia sangat kaget melihat hasil pintalan benang begitu banyaknya. Si ibu tercengang melihat kejadian ini. Dalam benaknya terpikir bagaimana mungkin hasil pemintalan benang yang seharusnya dikerjakan dalam beberapa hari, malah hanya dikerjakan kurang dari semalam, padahal Habib Husein dijumpai dalam keadaan tidur pulas di sudut gudang.

Kejadian ini oleh ibunya diceritakan kepada guru thariqah yang membimbing Habib Husein. Mendengar cerita itu maka ia bertakbir sambil berucap : “Sungguh Allah berkehendak pada anakmu, untuk di perolehnya derajat yang besar disisi-Nya, hendaklah ibu berbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya, rahasiakanlah segala sesuatu yang terjadi pada anakmu.”

2. MENYUBURKAN KOTA GUJARAT

Hijrah pertama yang disinggahi oleh Habib Husein adalah di daratan India, tepatnya di kota Surati atau lebih dikenal Gujarat. Kehidupan kota tersebut bagaikan kota mati karena dilanda kekeringan dan wabah kolera.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut di sambut oleh ketua adat setempat, kemudian ia dibawa kepada kepala wilayah serta beberapa penasehat para normal, dan Habib Husein di perkenalkan sebagai titisan Dewa yang dapat menyelamatkan negeri itu dari bencana.

Habib Husein menyanggupi bahwa dengan pertolongan Allah, ia akan merubah negeri ini menjadi sebuah negeri yang subur, asal dengan syarat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan menerima Islam sebagai agamanya.

Syarat tersebut juga mereka sanggupi dan berbondong-bondong warga di kota itu belajar agama Islam.

Akhirnya mereka di perintahkan untuk membangun sumur dan sebuah kolam. Setelah pembangunan keduanya di selesaikan, maka dengan kekuasaan Allah turun hujan yang sangat lebat, membasahi seluruh daratan yang tandus.

Sejak itu pula tanah yang kering berubah menjadi subur. Sedangkan warga yang terserang wabah penyakit dapat sembuh, dengan cara mandi di kolam buatan tersebut.

Dengan demikian kota yang dahulunya mati, kini secara berangsur-angsur kehidupan masyarakatnya menjadi sejahtera.

3. MENGISLAMKAN TAWANAN

Setelah tatanan kehidupan masyarakat Gujarat berubah dari kehidupan yang kekeringan dan hidup miskin menjadi subur serta masyarakatnya hidup sejahtera, maka Habib Husein melanjutkan hijrahnya ke daratan Asia Tenggara untuk tetap mensiarkan Islam.

Beliau menuju pulau Jawa, dan akhirnya menetap di Batavia. Pada masa itu hidup dalam jajahan pemerintahan VOC Belanda.

Pada suatu malam Habib Husein dikejutkan oleh kedatangan seorang yang berlari padanya karena dikejar oleh tentara VOC.

Dengan pakaian basah kuyup ia meminta perlindungan karena akan dikenakan hukuman mati. Ia adalah tawanan dari sebuah kapal dagang Tionghoa.

Keesokan harinya datanglah pasukan tentara berkuda VOC ke rumah Habib Husein untuk menangkap tawanan yang dikejarnya.

Beliau tetap melindungi tawanan tersebut, sambil berkata :
“Aku akan melindungi tawanan ini dan aku adalah jaminannya.”

Rupanya ucapan tersebut sangat di dengar oleh pasukan VOC. Semua menundukkan kepala dan akhirnya pergi, sedangkan tawanan Tionghoa itu sangat berterima kasih, sehingga akhirnya ia dengan suka rela bersyahadat.

4. MENJADI IMAM DI PENJARA

Dalam masa sekejab telah banyak orang yang datang untuk belajar agama Islam. Rumah Habib Husein banyak dikunjungi para muridnya dan masyarakat luas.

Hilir mudiknya umat yang datang membuat penguasa VOC menjadi khawatir akan menggangu keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya ditangkap dan di masukan ke penjara Glodok. Bangunan penjara itu juga dikenal dengan sebutan “Seksi Dua.”

Rupanya dalam tahanan Habib Husein ditempatkan dalam kamar terpisah dan ruangan yang sempit, sedangkan pengikutnya ditempatkan di ruangan yang besar bersama tahanan yang lain.

Polisi penjara dibuat terheran-heran karena ditengah malam melihat Habib Husein menjadi imam di ruangan yang besar, memimpin shalat bersama-sama para pengikutnya.

Hingga menjelang subuh masyarakat di luar pun ikut bermakmum. Akan tetapi anehnya dalam waktu yang bersamaan pula polisi penjara tersebut melihat Habib Husein tidur nyenyak di kamar ruangan yang sempit itu, dalam keadaan tetap terkunci.

Kejadian tersebut berkembang menjadi buah bibir dikalangan pemerintahan VOC. Dengan segala pertimbangan akhirnya pemerintah Belanda meminta maaf atas penahanan tersebut, Habib Husein beserta semua pengikutnya dibebaskan dari tahanan.

5. SINYO MENJADI GUNERNUR

Pada suatu hari Habib Husein dengan ditemani oleh seorang mualaf Tionghoa yang telah berubah nama Abdul Kadir duduk berteduh di daerah Gambir.

Disaat mereka beristirahat lewatlah seorang Sinyo (anak Belanda) dan mendekat ke Habib Husein. Dengan seketika Habib Husein menghentakan tangannya ke dada anak Belanda tersebut. Si Sinyo kaget dan berlari ke arah pembantunya.

Dengan cepat Habib Husein meminta temannya untuk menghampiri pembantu anak Belanda tersebut, untuk menyampaikan pesan agar disampaikan kepada majikannya, bahwa kelak anak ini akan menjadi seorang pembesar di negeri ini.

Seiring berjalannya waktu, anak Belanda itu melanjutkan sekolah tinggi di negeri Belanda. Kemudian setelah lulus ia di percaya di angkat menjadi Gubernur Batavia.

6. CARA BERKIRIM UANG

Gubernur Batavia yang pada masa kecilnya telah diramal oleh Habib Husein bahwa kelak akan menjadi orang besar di negeri ini, ternyata memang benar adanya.

Rupanya Gubernur muda itu menerima wasiat dari ayahnya yang baru saja meninggal dunia. Di wasiatkan kalau memang apa yang dikatakan Habib Husein menjadi kenyataan diminta agar ia membalas budi dan jangan melupakan jasa Habib Husein.

Akhirnya Gubernur Batavia menghadiahkan beberapa karung uang kepada Habib Husein. Uang itu diterimanya, tetapi dibuangnya ke laut.

Demikian pula setiap pemberian uang berikutnya, Habib Husein selalu menerimanya, tetapi juga dibuangnya ke laut.

Gubernur yang memberi uang menjadi penasaran dan akhirnya bertanya mengapa uang pemberiannya selalu di buang ke laut. Dijawabnya oleh Habib Husein bahwa uang tersebut dikirimkan untuk ibunya ke Yaman.

Gubernur itu dibuatnya penasaran, akhirnya diperintahkan penyelam untuk mencari karung uang yang di buang ke laut, walhasil tak satu keeping uang pun diketemukan.

Selanjutnya Gubernur Batavia tetap berupaya untuk membuktikan kebenaran kejadian ganjil tersebut, maka ia mengutus seorang ajudan ke negeri Yaman untuk bertemu dan menanyakan kepada ibu Habib Husein.

Sekembalinya dari Yaman, ajudan Gubernur tersebut melaporkan bahwa benar adanya. Ibu Habib Husein telah menerima sejumlah uang yang di buang ke laut tersebut pada hari dan tanggal yang sama.

7. KAMPUNG LUAR BATANG

Gubernur Batavia sangat penuh perhatian kepada Habib Husein. Ia menanyakan apa keinginan Habib Husein.

Jawab Habib Husein :
“Saya tidak mengharapkan apapun dari tuan.”

Akan tetapi Gubernur itu sangat bijak, dihadiahkanlah sebidang tanah di kampung baru, sebagai tempat tinggal dan peristirahatan yang terakhir.

Habib Husein telah di panggil dalam usia muda, ketika berumur kurang lebih 30-40 tahun.

Meninggal pada hari kamis tanggal 17 Ramadhan 1169 atau bertepatan tanggal 27 Juni 1756 M.

Sesuai dengan peraturan pada masa itu bahwa setiap orang asing harus di kuburkan di pemakaman khusus yang terletak di Tanah Abang.

Sebagai mana layaknya, jenazah Habib Husein di usung dengan kurung batang (keranda). Ternyata sesampainya di pekuburan jenazah Habib Husein tidak ada dalam kurung batang.

Anehnya jenasah Habib Husein kembali berada di tempat tinggal semula. Dalam bahasa lain jenazah Habib Husein keluar dari kurung batang.

Pengantar jenazah mencoba kembali mengusung jenasah Habib Husein ke pekuburan yang dimaksud, namun demikian jenasah Habib Husein tetap saja keluar dan kembali ke tempat tinggal semula.

Akhirnya para pengantar jenasah memahami dan bersepakat untuk memakamkan jenasa Habib Husein di tempat yang merupakan tempat rumah tinggalnya sendiri.

Kemudian orang menyebutnya “Kampung Baru Luar Batang” dan kini dikenal sebagai “Kampung Luar Batang.”

Catatan :

Pengalaman masa lampau, tersiar khabar bahwa Al-Habib Husein membuang sejumlah uang ke laut di daerah “Pasar Ikan”.

Tidak henti-hentinya para pengunjung menyelami tempat itu. Dengan bukti nyata, mereka mendapatkannya, sedangkan pada waktu itu, untuk dapat bekerja masih sukar di peroleh.

Satu-satunya mata pencaharian yang mudah dikerjakan ialah, menyelam di laut. Dengan demikian, bangkitlah keramaian dikawasan kota tersebut, sehingga timbullah istilah “Mencari Duit ke Kota”