Minggu, 27 November 2016

Kiat Mendongkrak Kebenaran

Oleh : KH. Abdurrahman Yuri (Dewan Pembina Yayasan Daarut Tauhiid)

1. Yakin bahwa segala sumber kekuatan hanya dari Allah . ‘’Cukuplah Allah yang menjadi penolong kami ,dan Alloh adalah sebaik-baik pelindung.’’(QS.Ali Imran : 173)
2. Mengetahui dan mencontoh sikap berani Rasulullah dan para sahabat .
3. Setiap manusia memiliki rasa takut dan pemberani yang mampu mengatasinya
4. Bergaul dengan pemberani.
5 .Buat tujuan besar yang realistis .
6 .Tentukan rencana detail untuk tindakan .
7 .Kuasai ilmu dan cara untuk melakukannya (tanya pada ahlinya).
8 .Evaluasi setiap kesalahan ,kekurangan dan kegagalan .
9 .Bertawakal kepada Allah SWT .’’ Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya’’...(QS.AtThalaq:3)



Di Kutip dari : Majalah Swadaya (Media Dakwah da Informasi DPU Daarut Tauhiid

Senin, 21 November 2016

Kalau Punya Keinginan



Kiat MQ KH. Abdullah Gymnastiar
Pendiri dan Ketua Yayasan Daarut Tauhiid

Dalam hidup ini kita harus siap dengan apa yang cocok dan yang  tidak cocok dengan rencana kita . Karena kita punya rencana, Alloh juga punya rencana . Rencana Alloh pasti akan tejadi. Dan, rencana Alloh pasti yang paling baik .
Kita boleh punya keinginan, bahkan harus . Kaarena keinginan adalah pemandu amal kita . Tetapi sebaik-baik keinginan adalah menginginkan apa yang Alloh sukai . Mau itu terjadi atau tidak terjadi ,kita punya keinginan yang Alloh sukai itu sudah baik . Dan yang paling beruntung adalah orang yang paling beruntung adalah orang yang menginginkan apa yang terbaik yan Alloh takdirkan bagi dirinya.
Kita menginginkan apa yang Alloh tetapkan bagi kita , ini sikap yang paling enak. Makanya , Kalau punya keinginan harus istikhoroh . Supaya Alloh memilihkan bagi kita yang terbaik . Karena apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Alloh Swt .
Sebagaimana Alloh berfirman , ‘’... boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu ,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu ; Alloh mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui .’’  (QS.Al Baqoroh : 216)
Oleh karena itu , kalau punya keinginan ,ada tiga hal yang harus kita lakukan . Pertama niatnya luruskan lillahita’la  . Kalau niat sudah benar . Maka baru niat saja sudah dicatat sebagai kebaikan . Kedua dalam menggapai keinginan , sempurnakan caranya sesuai dengan apa yang Alloh ridhoi . Ketiga berpasrah diri kepada Alloh Swt, dengan tawakal.
Dengan tiga hal ini maka bereslah tugas kita . Alloh mengetahui niat kita, Alloh melihat amal kita , dan Alloh menyaksikan kita berserah diri pada-Nya . Selanjutnya , Alloh akan menetapkan apa yang terbaik bagi kita . Insya Alloh . 
  Dikutip dari : Buletin Sakinah (Media Dakwah DPU DT)

Senin, 14 November 2016

PERBANYAK KEBAIKAN AGAR KITA DIAMPUNI




 PERBANYAK KEBAIKAN AGAR KITA DIAMPUNI
Sekecil apapun dosa kita , Allah tahu dan Allah masih menetupinya . Siang dan mmalam Allah masih terus-menerus membentangkan tangan-nya untuk menerima tobat hamba-nya  . Kita pun harus segera bertobat , sebab besok siang atau lusa malam belum tentu masih hidup . Jangan sampai saudara berniat taubat sesaat sebelum matahari terbit dari arah ia terbenam .
Nah , pernah ada yang bertanya ,’’mengapa Allah tidak langsung membalas orang yang berbuat dosa ? Masih ditutupi dan dan ditunggu taubatnya sebelum datang ajal ,atau baru dibalas setelah matahari terbit dari arah terbenamnya ?’’ Lalu dikatakan , siapa bilang sekarang sama sekali tidak terbalas ? ’’ .
Saudaraku . Kita tidak menjadi nikmat dalam beribadah itu merupakan salah satu kerugian tidak sungguh-sungguh bertobat . Kita yang biasanya shalat berjamaah , lalu jadi jadi terlambat shalatnya juga salah satu peringatan . Zikir sehabis shalat seharusnya nikmat , tap kita jadi malas berzikir , itu salah satu teguran .Do’a setelah shalat mustajab tapi kita tidak berdo’a , itu salah satu contoh diambilnya karunia .
Ketika diberi perinngatan, teguran , karunia demi karunianya dicabut ,tetapi kita suka merasakan kerugian-kerugian itu . Tanpa disadari dan tahu-tahu sudah jauh,jauh dan jauh dari Allah . Karena bergelimbang  maksiat . Tiba-tiba datang saja malaikat maut , dan su’ul khatimah . Na’udzubillah .
Saudaraku . Mari periksa diri masing-masing dan sungguh-sungguhlah memohon ampun-Nya. Allah membentangkan tangan-Nya untuk menerima tobat kita . Entah berapa banyak dosa kita siang ini , padahal tidak ada jaminan besok pagi kita masih hidup . Kalau sungguh mau bertobat ,salah satu upaya adalah memperbanyak kebaikan . ‘’ Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu dapat menghapus perbuatan terkutuk.’’ (QS. Hud:114) .
Kalau sudah mau tobat ,kita harus benar-benar mulai perjuangan penuh . Misalnya , jika kita pernah memakan-memakanan atau mememinum minuman haram, maka selain memperbanyak puasa juga memerbanyak memberi makan orang lain . Setiap yang menjadi keburukan , kita memohon ampunan kepada Alloh , lalu tutup dengan kebaikan .
Kalau tobat kita kurang menghapuskan , maka kita berharap dengan kebaikan demi kebaikan yang terus dilakukan dapat menghapusnya . ‘’ Dan sungguh , Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat , beriman dan berbuat kebajikan , kemudian tetap dalam petunjuk .’’(QS.Thaha : 82)
Saudaraku . Sering-seringlah memeriksa diri , siapa tahu ternyata saat ini kita sudah sangat jauh dari Allah . Bahwa tanpa sadar sudah menumpuk sekian teguran dan perigatan , karunia-karunia yang telah diambil tanpa kita merasa rugi .
Mari sungguh-sungguh tobat ! Perbanyaklah berbuat kebaikan sebagaimana tidak terhitungya dosa-dosa yang kita perbuat , diwaktu siang maupun malam , yang masih ditutupi Allah SWT . Mudah-mudahan setiap diri kita diampuni , dan istiqamah dijalan yang benar . Amiin .

Oleh      : KH. Abdullah Gymnastiar ( Pemimpin Daarut Tauhiid)
Dikutip  : Majalah Swadaya ( Media Komunikasi DPU DAARUT TAUHIID )